kuliahkomunikasi.com gudangnya ilmu komunikasi

Skip to content


Studi Kasus : Cultural Studies Theory

Hi, i am so sorry for leaving this weblog for a quite long time. Kebetulan, karena saya udah memasuki semester 6, jadi materi yang harus saya sampaikan juga sedikit. So, maybe i am here for sharing many input question.

Ada seorang teman dari Komunikasi UI 2008, yang mau sedikit sharing tentang masalah teori Cultural Studies dimana kajian ini telah muncul sejak tahun 1960-an di Birmingham, Inggris, dengan perintis Richard Hoggart, Raymond Williams, Edward Thompson, dan lain-lain. Teori yang seru banget buat di bahas, soalnya menyangkut sama budaya di Indonesia. Sebenernya, ga cuma di Indonesia, tapi di seluruh dunia juga. O

Helo, saya Gilang dari komunikasi UI 2008,
anyway, kemaren saya UAS TeKom soal yang pertama, membahas soal Facebook. Clues yang diberikan saat itu, keberadaan FB telah mengubah (shift) perilaku komunikasi masyarakat.

Ok, here the Question :

Menurut Anda, teori apakah yang cocok ke kasus tersebut?
Pada UAS kemarin, akhirnya saya pilih pendekatan dengan teori Media Ecology (Marshall McLuhan, Neil Postmann, 1970-an).

Terlepas dari itu semua, seusai ujian, Dosen saya, Mbak Billy Sarwono, mengatakan, teori yang matched untuk analisis kasus tersebut adalah Cultural Studies.

Jika Anda setuju dengan pendapat dosen saya ini, berikan penjelasan dengan logika dan asumsinya.

Terimakasih.

Regards,

Gilang Reffi Hernanda

Hello Gilang, tentang Facebook yang mengubah “shift perilaku manusia” sesuai dengan Cultural Studies Theory, saya setuju.. Mengapa?

Salah satu ciri cultural studies adalah menempatkan teori kritis sebagai basis analisa. Pengertian teori kritis di sini mencakup metode metadisiplin (beberapa ilmu alat yang dipertemukan, seperti semiotika, filologi, hermenetika, dan sebagainya) dan post-disciplinary (mengabaikan ilmu alat ketika analisa dirasakan telah mencapai upaya membangun teori baru). cultural studies akan menggiring kita kepada pemahaman bahwa setiap era (age), lokalitas, dan konteks masyarakat memiliki libido sosial yang tidak seragam.

Okay, let me share the simple one

Cultural studies memberikan pemahaman bahwa setiap era itu mempunyai “kebudayaan” yang berbeda pula. Coba kita lihat dari kenyataan, jaman dulu handphone susah banget ya? tapi sekarang kayaknya kita lihat mang becak juga pake handphone. Nah begitu juga dengan FACEBOOK. mengapa dikatakan mengubah shift perilaku manusia. karena, jaman sekarang siapa sih yang ngga punya facebook. Bahkan banyak lho, yang sangat “addict” sama facebook. Facebook dengan fitur nya yang super lengkap : ada games, email include, social networking, bahkan seakrang dia udah buka marketplace sendiri (mau nyaingin e bay kali ya?).

Shortly, manusia menjadi mempunyai tambahan kesibukan sendiri untuk membuka facebook di era kini (now age). Sesuai sama theory cultural studies, bahwa setiap era itu mempunyai libido yang berbeda. Mungkin di masa yang akan datang, kebudayaannya akan berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Yang menariknya lagi dari theory ini, dimana, ternyata perkembangan jaman bisa mengabaikan teori loh. Teori lain akan muncul sesuai dengan perkembangan jaman, dan perkembangan kebudayaan.

Mungkin, ini yang bisa saya sedikit jelaskan mengenai Cultural Studies. Kalo ada yang mau share? ditunggu sekali. :)

Regards,

Nadia Sabrina Dwiumami

Posted in Studi Kasus.

Hubungan Internal

Tentu saja, aspek yang amat penting bagi kesuksesan organisasi adalah karyawan. Sebelum ada hubungan dengan konsumen, pelanggan, lingkungan, investor dan pihak lain di luar organisasi, manajemen harus terlebih dahulu memerhatikan orang2 yang bekerja pada mereka - yakni para karyawan. karena itu, CEO di dalam organisasi sering memandang karyawan mereka sebagai “publik nomor satu” atau “aset organisasi paling penting,” dan mereka berusaha menciptakan “kultur organisasi” yang bisa menarik danmempertahankan karyawan atau pekerja yang produktif. Bagian dari praktik PR ini dinamakan hubungan internal.

Ahhli hubungan internal bekerja di bagian “komunikasi karyawan,” “hubungan karyawan,” atau “hubungan internal.” mereka ini merancang dan mengimplementasikan program komunikasi internal dengan tujuan agar karyawan tetap mendapat informasi baru dan tetap termotivasi, serta menciptakan kultur organisasi. Menurut Jon Iwata, wakil presiden komunikasi di IBM, “Ketika kami berbicara tentang komunikasi karyawan, kami benar-benar memikirkannya dalam term kultur korporat - bagaimana pekerjaan diselesaikan dalam perusahaan kami, bagaimana kami memandang sesuatu yang ada di sini.” dia menunjukan bahwa CEO selalu memainkan peran penting.”CEO harus membuat bisnisnya berjalan dan dilaksanakan, dan untuk itu dibutuhkan karyawan. Agar hasil tercapai, maka karyawan harus bersama anda.”

Menurut Alvie Smith, mantan direktur korporat di Generals Motor, ada dua faktor yang menjelaskan mengapa manajemen menghormati salah satu aspek dari fungsi PR ini :

1. Arti penting pemahaman, teamwork, dan komitmen karyawan dalam mencapai hasil standar. Aspek positif dari perilaku karyawan ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi dua arah yang interaktif di seluruh organisasi.

2. Kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi - manajer, jaringan yang membuat setiap supervisor di setiap level bisa melakukan komunikasi secara efektif dengan karyawan. KEbutuhan ini bukan sekedar informasi yanng berkaitan dengan tugas dan harus mencakup publik dan isu bisnis yang memengaruhi kesseluruhan organisasi.

Newsletter telah lama mendominasi karyawan, namun teknologi mengubah metode penyampaian pesan dalam organisasi. Di IBM, misalnya, intranet telah menggantikan grapevine dan supervisor sebagai sumber informasi yang kredibel bagi karyawan.

Staff hubungan internal bekerja sama dengan depertemen SDM untuk mengkomunikasikan berbagai berita, pelatihan, dan topik penting lainnya kepada karyawan. Mereka bekerja sama dengan department legal dalam mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan selama negosiasi kontrak kerja dann pemutusan hubungan kerja. Dan staf hubungan internal juga bekerja sama dengan staf hubungan eksternal uuntuk mengkoordinasikan pesan-pesan sehingga perusahaan mengoordinasikan pesan2 sehingga perusahaan mengemukakan pernyataannya dalam “satu suata”.

Posted in Human Relations.

Memotivasi Karyawan


Selama ini isu motivasi telah menjadi isu krusial bagi pihak manajemen ketika menghadapi kenyataan bahwa performance karyawan tidak sesuai dengan yang diharapkan di mana penyebabnya bukan karena faktor-faktor kemampuan dari si karyawan (misalnya, keahlian atau kecerdasan) ataupun faktor-faktor lain seperti sarana kerja dan kesempatan. Namun pertanyaan ‘Bagaimana cara memotivasi karyawan?’, pada kenyataannya masih menjadi salah satu pertanyaan terbesar di banyak benak pihak manajemen perusahaan. Akibatnya pihak manajemen harus terus-menerus menyimpan PR isu ini dan ketika berhadapan dengan masalah ini, manajemen mencoba-coba melakukan sesuatu yang hasilnya seringkali tidak memuaskan. Tidak jarang akhirnya manajemen ‘memaksa’ karyawan untuk perform dengan menggunakan basis ‘power’ yang dimilikinya.

Motivasi memang bukan sesuatu yang mudah untuk diambil manfaat praktisnya dan dipraktekkan dalam konteks organisasi karena menyangkut aspek kepribadian terdalam manusia yang terbangun dari latar belakang tumbuh kembang seseorang sepanjang hidup. Apalagi bila pihak manajemen tidak punya cukup pemahaman tentang ilmu perilaku, maka semakin sulit untuk menyelami apa yang dapat membuat seorang karyawan menunjukkan intensitas dan persistensi usaha yang tinggi dalam mencapai goals yang ditetapkan.

Pada awalnya, karyawan hanya dianggap sebagai orang yang memproduksi barang dan jasa. Hal ini mengubah cara berfikir tentang penelitian karyawan berdasarkan Hawthorne Studies, yang dilakukan oleh Elton Mayo dari 1924 ke 1932 (Dickson, 1973). Kajian ini menjelaskan bahwa karyawan tidak hanya termotivasi dengan uang dan prilaku karyawan terkait dengan cara mereka bersikap (Dickson, 1973). Studi tentang Hawthorne dimulai dengan pendekatan hubungan manusia dengan manajemen, dimana kebutuhan dan motivasi karyawan menjadi fokus utama seorang manager (Bedeian, 1993).

Banyak penulis kontemporer yang telah menetapkan konsep motivasi. Motivasi telah ditetapkan sebagai: proses psikologos yang memberikan arah dan tujuan perilaku (Kreitner, 1995); sebuah kecenderungan untuk bersikap untuk mencapai tujuan tertentu, kebutuhan yang tidak ditemui (Buford, Bedeian, & Lindner, 1995); pengendalian internal untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terpuaskan (Higgins, 1994); dan keinginan akan penghargaan (Bedeian, 1993). Untuk masalah ini, motivasi secara operasional didefinisikan sebagai kekuatan batin yang mengendalikan individu untuk menyelesaikan masalah pribadi dan tujuan organisasi.

Mengapa kita harus memotivasi karyawan? Jawabannya adalah kelangsungan hidup (Smith, 1994). Motivasi karyawan diperlukan di sebuah tempat kerja. Memotivasi karyawan membantu organisasi bertahan. Memotivasi karyawan akan membuat perusahaan membuat sebuah hasil kerja yang lebih produktif. Untuk menjadi lebih efektif, manajer harus memahami apa yang akan membuat karyawan termotivasi dengan hal yang tentunya berhubungan dengan peran mereka lakukan. Dari semua fungsi manajer melakukan, memotivasi karyawan adalah yang paling kompleks. Ini karena ada fakta bahwa motif karyawan berbuhah konstan (Bowen & Radhakrishna, 1991). Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang pendapatannya meningkat, menjadikan uang bukan sebagai motivator (Kovach, 1987). Selain itu, karyawan mendapatkan lebih tua, bekerja menjadi lebih menarik untuk dijadikan motivator.


Posted in Human Relations. Tagged with , , , , , .

Media Konvergen

Apa Media Konvergen?

Transisi ke masyarakat informasi adalah percepatan karena perubahan yang cepat dalam teknologi. Kemajuan adalah komputer dan jaringan telekomunikasi telah menyebabkan mereka bergabung, atau konvergensi, konvensional dengan media massa.

Terlihat dari bangkitnya internet sebagai integrasi teknologi komunikasi, yang menggabungkan media Empires, gaya hidup baru, karir baru, mengubah peraturan, dan pergeseran isu-isu sosial-bahkan dalam cara dalam studi media massa.


THE RISE OF THE INTERNET

Internet telah menjadi identik dengan konsep dari informasi superhighway. Internet adalah “jaringan dari jaringan” yang menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga mereka dapat bertukar pijat dengan satu sama lain dan berbagi akses ke file data dari komputer (Desember, 1996). Kata wide web ( “Web,” singkatnya) yang merupakan bagian dari internet yang kaya dan grafis yang memungkinkan pengguna untuk menavigasi antara halaman web dengan memilih kata kunci dari simbol grafis.

Dengan internet yang mempunyai kecepatan tinggi melalui jaringan komputer, dapat membaca berita baru, menonton video, mendengarkan musik, dan berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan bersama-sama dengan pekerja kemudahan. Dengan penetrasi komputer pribadi sekarang sekitar 50 persen dan harga plug-in ke dalam ‘dorongan membeli’, internet datang dalam jangkauan terbesar di Amerika

Converging technologies

Semua teknologi komunikasi yang pesat menyeragam ke komputer umum dibaca, bentuk digital (Baldwin, Mcvoy, & Steinfield, 1996; Negroponte, 1995; Cairncross, 1997; Dizard, 1997). Misalnya, musik dalam bentuk compact disc adalah satu jenis media digital. Evan tradisional media cetak seperti buku, majalah, koran dan biasanya dibuat pada komputer dan meninggalkan lingkungan digital ini hanya bila dicetak di atas kertas. Selain itu, karena meningkatnya jumlah orang yang membaca on-line versi koran dan majalah terkemuka lewat internet, “mencetak” media, dalam pelaksanaannya, menjadi bagian dari kata digital. Radio, televisi, dan video rumah berada di tengah-tengah yang revolusioner konversi dari teknologi digital yang besar akan mempunyai efek pada cara berpikir kita dari media massa di masa depan. Konvergensi teknologi sudah cukup canggih. Dengan undang-undang yang baru, pembuat undang-undang diharapkan menyemangati kompetisi, meningkatkan pelayanan, dan harga yang lebih hemat di semua media komunikasi. Negara di seluruh dunia adalah berikut sesuai deregulasi mereka sendiri dalam industri komunikasi, karena ras untuk membangun jaringan komunikasi yang dahulu mereka berharap mereka akan memberikan keunggulan kompetitif dalam ekonomi global dari era informasi

Pergeseran isu-isu sosial

Melding media ini juga menimbulkan banyak Isu-isu sosial dan politik yang memaksa mereka jalan ke atas agenda publik. Isu-isu ini dari berbagai pengaruh baru bentuk kekerasan, rasisme, dan sexism yang menghubungi kami melalui komputer dengan ancaman untuk kebebasan pribadi.).

Sementara itu, media massa telah menjadi masalah sosial dalam diri mereka. Mereka adalah untuk memberikan kontribusi untuk dikritik kekerasan, percampuran seksual, eksploitasi ekonomi, tak ada artinya konsumsi, dan pemerintah yg tdk dpt dipersalahkan. Internet pornografi sekarang contends dengan kekerasan televisi terkemuka sebagai fokus keprihatinan tentang dampak-dampak media pada masyarakat. Tetapi konvergensi komputer konvensional dan media massa juga berlaku di berharap cara baru untuk benar lama media tutur. Misalnya, baru V-chip memungkinkan orang tua-sistem rating untuk internet mungkin menyelesaikan masalah pornografi yang ada. Internet juga menawarkan akses ke lebih beragam politik cakupan dan memberdayakan pengusaha untuk memotong-keuntungan pengurasan middlepersons oleh berkomunikasi dengan pelanggan mereka.


World Wide Web dan Studi media massa

Konveregensi juga mempunyai implikasi untuk komunikasi akademisi yang belajar peran media dalam masyarakat. Pertumbuhan yang sangat mengherankan dari world wide web berarti bahwa internet tidak dapat diabaikan penting sebagai media massa. Jika kita abaikan komputer media, “Tidak hanya akan disiplin [dari komunikasi massa] akan tertinggal,” tetapi “juga akan kehilangan kesempatan untuk menjelajahi dan memikirkan kembali jawaban ke beberapa pusat pertanyaan dari penelitian komunikasi massa. “The konvergensi dari media konvensional dan komputer jaringan terus untuk menghasilkan bentuk baru yang menggabungkan elemen radio, televisi, film, dan jurnalistik dalam cara konvensional bahwa kategorisasi membantah dan bahkan kabur tersebut sebagai distinctions yang mendasar antara interpersonal dan komunikasi komunikasi massa (Negroponte, 1995; Dizard, 1997). Secara khusus, interaktif kualitas dari media baru sistem menghambat tantangan untuk teori tentang konsumsi media dan efek media yang berdasarkan asumsi dasarnya dari satu arah ke khalayak pasif.

konvergensi teknologi informasi dan komunikasi media konvensional adalah bertujuan mencapai pembangunan. Ini mewakili perubahan tidak hanya di kain dari media komunikasi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari kami penuh dengan perubahan-baik kesempatan dan bahaya.

Keseragaman Industri

Perangkat lunak komputer raksasa Microsoft telah membuat investasi dalam penyiaran, televisi kabel, satelit, penerbitan, layanan internet dan industri dalam upaya akan berada di depan dalam menggabungkan media massa dan komputer media. Telepon jarak jauh raksasa AT & T membeli televisi kabel raksasa telekomunikasi, Inc (TCI). NBC televisi dan Disney baik yang diperoleh sendiri internet mesin pencari untuk mendapatkan terlihat keberadaan yang lebih baru di komputer media. sebelumnya berbeda saluran komunikasi, seperti telepon dan televisi, sekarang dapat diintegrasikan ke dalam satu jaringan digital, jadi sangat masuk akal untuk meniru aliansi di industri dahulu kaku batas. Sementara itu, usaha besar dan lembaga publik yang reinventing sendiri untuk mengambil keuntungan dari cara baru dalam melakukan bisnis dimungkinkan oleh teknologi konvergensi (Dyson, 1997)

Changing Lifestyles

Ketika komputer media kami masukkan rumah, pola konsumsi media massa cenderung berubah. menurut satu studi, sepertiga dari pengguna internet benar-benar menghabiskan waktu menonton televisi kurang dari mereka kerjakan sebelum (Miller & clemente, 1997). Konvergen juga kami untuk memperkenalkan cara baru untuk hidup, sekarang bekerja sebagai jutaan (Dizard, 1997), formulir sosial hubungan (taman & Floyd, 1996), memalsukan identitas baru (turkle, 1997).

Dan mengembangkan budaya baru (Dery, 1996) “di internet.” Semua ini dapat berarti lebih banyak pilihan hidup, menurunkan harga barang dan jasa yang dibeli langsung dari pemasok, dan kualitas yang lebih baik dari rata-rata untuk kehidupan keluarga. tetapi mungkin juga menurunkan hubungan manusia dengan adil mereka menggantikan komputer transaksi.


Changing Careers

Bagi mereka yang mempertimbangkan karir di informasi masyarakat, khususnya orang akan membuat pekerjaan dan karir sangat stabil sebagai perusahaan terus menerus-insinyur sendiri dan bersaing dalam skala global. kebanyakan orang memasuki angkatan kerja hari ini akan memiliki empat atau lima karir yang berbeda tidak hanya pekerjaan, tetapi karir mereka di masa mendatang. yang berarti bahwa siswa yang profesional mempertimbangkan karir di jurnalistik, periklanan, atau televisi (atau acara ilmu komputer) akan akhirnya harus kembali untuk beberapa sangat berbeda-profesi atau bergabung dengan “memiliki-nots” di strata lebih rendah dari informasi masyarakat.


daftar rujukan : Changing Media Environment

Posted in Teknologi Komunikasi.

Persepsi

PERSEPSI

1. Definisi Persepsi

Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna. Persepsi adalah juga inti komunikasi, karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu,semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. Persepsi meliputi :

· Penginderaan ( sensasi ), melalui alat – alat indra kita ( indra perasa, indra peraba, indra pencium, indra pengecap, dan indra pendengar ). Makna pesan yang dikirimkan ke otak harus dipelajari. Semua indra itu mempunyai andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia.penglihatan menyampaikan pesan nonverbal ke otak untuk diinterprestasikan. Pendengaran juga menyampaikan pesan verbal ke otak untuk ditafsirkan. Penciuman, sentuhan dan pengecapan, terkadang memainkan peranan penting dalam komunikasi, seperti bau parfum yang menyengat, jabatan tangan yang kuat, dan rasa air garam dipantai.

· Atensi atau perhatian adalah, pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan, proses kognitif lainnya.Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu. Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.

· Interpretasi adalah, proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol- simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan).

2. Budaya dan Persepsi

Faktor – faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Agama, ideologi, tingkat ekonomi, pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor – faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. Denagn demikian persepsi itu terkait oleh budaya ( culture - bound ). Kelompok – kelompok budaya boleh jadi berbeda dalam mempersepsikan sesuatu. Orang Jepang berpandangan bahwa kegemaran berbicara adalah kedangkalan, sedangkan orang Amerika berpandangan bahwa mengutarakan pendapat secara terbuka adalah hal yang baik.

Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempegaruhi persepsi kita ketika kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain, yakni :

· kepercayaan (beliefs), nilai ( values ), sikap ( attitude )

· pandangan dunia ( world view )

· organisasi sosial ( sozial organization )

· tabiat manusia ( human nature )

· orientasi kegiatan ( activity orientation )

· persepsi tentang diri dan orang lain ( perseption of self and other )

3. Persepsi selektif, organisasi, dan penafsiran

Setiap orang memperhatikan , mengorganisasikan dan menafsirkan semua pengalamannya secara selektif. Stimuli secara secara selektif artinya, stimuli di urutkan, dan selanjutnya, disajikan sebuah gambaran yang menyeluruh, lengkap, dan dapat di indera. Tidak mudah memahami cara orang lain mengorganisasikan sekaligus memikirkan cara kita sendiri. Setelah stimuli dipersepsi dan diorganisasikan secara selektif, selanjutnya stimuli ditafsirkan secara selektif pula, artinya stimuli diberi makna secara unik oleh orang yang menerimanya.

4. Pengamat / objek / konteks

Seperti mempersepsi benda mempersepsi orang lain juga dapat ditinjau dari 3 unsur yaitu :

· pengamat

· objek persepsi

· konteks yang berkaitan denagn objek yang diamati

Sebagai pengamat anda juga dipengaruhi oleh atribu –atribut anda sendiri. Misalnya orang cenderung membuat penilaian umum, positif ataupun negatif. Namun, karena persepsi personal merupakan proses tradisional, maka atribut – atribut tersebut dapat berubah. Sesekali kesalahan persepsi dapat diperbaiki. Namun, biasanya suatu kesalahan persepsi diikuti kesalahan persepsi lainnya. Sehingga, penyimpangan yang terjadi semakin parah.

5. kegagalan dan kekeliruan dalam persepsi

Persepsi kita seringkali tidak cermat. Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. Kita mempersepsikan sesuatu atau seseorang sesuai dengan pengharapan kita. Beberpa bentuk dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut :

· Kesalahan atribusi : atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain.

· Efek halo : merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang, kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat- sifatnya yang spesifik.

· Stereotip : adalah mengeneralisasikan orang – orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok.

· Prasangka : suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda. Istilah ini berasal dari bahasa latin ( praejudicium ), yang berarti preseden atau penilaian berdasarkan pengalaman terdahulu.

· Gegar budaya : suatu bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri, yang merupakan reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang –orang baru.

6. Bagaimanakah sebuah pembentukan kesan ?

  • Meperhatikan diri sendiri
  • Konsep diri adalah kesan anda yang relatif stabil menegenai diri sendiri.
  • Umpan balik adalah sikap yang menunjukan sikap respon atau menanggapi lawan main
  • Rasa malu
  • Ramalan yang dipenuhi diri sendiri
  • Atribusi pelaku

Kebanyakan orang membentuk kesan atas oranglain dengan mudah, namun mereka merasa sulit bila diminta menjelaskan prosesnya. Kesan adalah kata yang kita gunakan untuk penilaian kita.

7. Kesan Pertama

Penilaian kepribadian digunakan untuk menjelaskan dan memperkirakan perilaku berdasarkan informasi yang amat terbatas. Bagaimanakah informasi yang ada dimanfaatkan dalam pembentukan kesan pertama?. Sebenarnya, setiap orang tampaknya mempunyai teori khusus kepribadian atau biasa disebut degan teori implisit. Pada intinya istilah in berarti bagaimana kita memilih dan mengorganisasikan informasi tentangorang lain berdasarkan perilaku yang kita rasa dimilikinya.

8. Beberapa variable yang mempengaruhi kecermatan persepsi

Ada beberapa variable yang dapat mempengaruhi kecermatan dalam persepsi . Berbagai kajian menunjukan sedikitnya tiga generalisasi yang dapat dibuat

  • Ada orang – orang yang lebih mudah menilai dari orang –orang lainnya, mungkin mereka lebih terbuka mengenai diri sendiri
  • Beberapa sifat lebih mudah diniai daripada beberapa sifat lainnya
  • Kita dapat menilai orang lebih baik bila orang tersebut mirip dengan kita.

Posted in Komunikasi Global. Tagged with , , , , , .

Blogging and PR

Blogging and PR

The Difference

n Pada blogging konvensional, setiap orang dapat menulis apa saja setiap saat.

n Kondisi ini tidak cocok untuk tujuan public relations.

n Dalam public relations, para praktisi harus membina hubungan dengan audiens kunci yang membantu organisasi mereka untuk tetap bertahan dan berhasil.

Roles of P.R.Practitioners

n Praktisi PR adalah juru bicara untuk pihak lain dan bukan untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak punya kebebasan untuk berbicara atas nama perusahaan dan masalah pasar tanpa mengkonfirmasi dengan pihak yang memiliki kontrol langsung dalam bidang tersebut.

n Seorang praktisi harus memperhatikan dengan hati-hati sebelum menulis sesuatu yang muncul dalam benaknya tanpa memunculkan ketepatan dan proporsi pada pernyataannya.

What P.R. Can do

n Dimungkinkan bagi seorang praktisi PR untuk menerapkan kata-kata luar biasa yang akan diikuti secara antusias oleh audiens sasaran, namun jika secara individu terdapat kekeliruan, kredibilitas akan jadi masalah, termasuk juga karirnya.

n Terdapat beberapa situasi di mana seorang praktisi PR meningkatkan hubungan dengan audiens dan penghargaan personal dengan menjadi seorang yang populer. Pada situasi ini –salah satu sisi blogging: the freedom to say anything – bisa dikompromikan ketika blog digunakan untuk keperluan public relations.

n Kondisi ini membuat blogging untuk tujuan PR berbeda dengan personal blogging yang bisa dilakukan oleh orang lain.

Credibility and Accuracy

n Kredibilitas adalah kunci bagi praktisi publc relations, baik secara internal dan eksternal.

n Untuk praktisi yang menggunakan blog (disebut Bloggers), ketepatan merupakan sebuah beban yang harus ditanggung sendiri. Wartawan memiliki editor yang membantu. Bloggers tidak punya. Dia harus berhati-hati untuk memeriksa rujukan dan fakta yang digunakan sebelum menggunakannya dalam jurnal online.

Posted in Digital Public Relations.

Hakikat Teknologi Komunikasi

Hakikat Teknologi Komunikasi

n Teknologi Komunikasi (Teknokom) adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu-individu lain (Rogers, dalam Abrar. 2003).

Secara tersirat definisi di atas bahwa

n teknokom adalah alat.

n teknokom dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik.

n teknokom membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial, dan politik tertentu.

n teknokom meningkatkan kemampuan indera manusia, terutama kemampuan mendengar dan melihat.

n Keempat aspek di atas teknologi komunikasi ini menjadi kriteria dalam menilai apakah sebuah alat (hardware) merupakan teknokom atau tidak. Jika keempat kriteria ini tidak dimiliki oleh sebuah alat (hardware), maka ia tidak bisa dikatakan sebagai sebuah teknokom.

Misal sebutlah telepon seluler (ponsel). Bisakah ponsel disebut sebagai teknokom? Jawabannya ditentukan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut:

n apakah ponsel sebuah alat?

n apakah ponsel dilahirkan oleh struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu?

n apakah ponsel membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial dan politik yan gmembuatnya?

n apakah ponsel meningkatkan kemampuan indera manusia?

n Jawaban untuk pertanyaan 1 sangat jelas ya. Pertanyaan 2 ia dilahirkan dari struktur ekonomi kapitalis dan sosial liberal. Pertanyaan 3 juga jelas ya, ponsel membawa nilai liberal, pemilik ponsel bisa menghubungiu dan dihubungi siapa saja. Pertanyaan 4 juga jelas ya, ponsel meningkatkan indera dengar orang yang memakainya. Akhirnya ponsel sah sebagai teknokom.

n Bisa saja ponsel menegasikan nilai tradisional (misalnya sowan), menciptakan gaya hidup dan tingkah laku kapitalis yang profit orinted dan mengamalkan budaya konsumtif, ponsel menjadikan penggunanya memiliki ideologi baru dalam konteks intelektualitas dan moralitas.

n Teknologisasi yang terjadi di dunia ketiga adalah ibarat pedang bermata dua, yakni sebagai pembawa dan penghancur nilai-nilai. Sebagai pembawa nilai-nilai yang berjuis-kapitalis Barat yang rasionalistik, individualistik, positivistik, tapi juga sekaligus sebagai penghancur budaya lokal yang religius-asketis, fatalis serta memegang teguh prinsip-prinsip collective collegia (Denis Coulet, dalam Abrar. 2003).

Beda teknologi komunikasi dan teknologi informasi:

n teknologi informasi adalah pemrosesan , pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.

n teknologi komunikasi merupakan alat yang menambah kemampuan orang berkomunikasi.

n Dalam International Communication Association/ICA (ikatan sarjana komunikasi internasional) bagi sarjana yang menekuni teknologi komunikasi dikelompokkan pada divisi Communication and Technology. Bagi yan gmenekuni tekonologi informasi pada divisi Sistem Informasi.

n Teknokom berkembang cepat karena bantuan teknologi elektronika, sehingga proses komunikasi tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.

Teknologi elektronika membentuk prinsip-prinsipn teknokom:

n objek bisa diubah menjadi gambar melalui pendekatan lensa.

n gambar proyeksi bisa diubah mednjadi gelombang elektromagnetik melalui pendekatan foto sel (scanning device).

n suara bisa diubah menjadi sinyal listrik melalui pendekatan microphone.

n sinyal listrik yang bermuatan gambar proyeksi dan suara dipancarkan melalui kabel, jasa satelit komunikasi, sinyal listrik bisa dikirim kemana saja di muka bumi, bahkan ke ruang angkasa sekali pun.

n Sinyal diterima sistem antena dan masuk ke alat yang bisa mengubah sinyal menjadi gambar proyeksi kembali, gambar bisa dilihat di layar monitor, digandakan dan dicetak (Ishadi dan Wahyudi, dalam Abrar. 2003).

n Teknokom memungkinkan manusia melihat berbagai fenomena sosial yang saling berkaitan dan mempengaruhi., terutama untuk menghadapi masyarakat terbuka (open society).

n di sisi khalayak (audience), teknokom digunakan untuk mencari, mengolah, membagi, meyimpan, membandingkan, memutakhirkan informasi, sehingga teknokom menjadi sentral dalam proses komunikasi.

Hubungan teknokom dan kebudayaan:

n teknokom sebagai faktor yang dterminan dalam masyarakat, ia bisa menciptakan perubahan sosial dan mengubah kehidupan masyarakat, misal menjadi lebih egaliter.

n teknokom sebagai industrialisasi, ia diciptakan secar amassal dalam jumlah yang banyak.

n teknokom sebagai suatu alat baru, tidak semua efek negatif teknokom bisa dteratassi dengan baik (McOmber, dalam Abrar 2003).

Pesan teknokom adalah mendidik pemakainya untuk:

n melakukan demassifikasi, tidak massal, terjadi perubahan kontrol pesan ada pada khalayak, dengan memilih informasi yang sesuai dengan keinginan mereka. Sebaliknya massifikasi, kontrol pesan ada pada produser informasi, seperti suratkabar, radio, televisi, khalayak hanya pasrah pada berita yang disiarkan.

n menyesuaikan diri, ia harus menyesuaikan diri dengan berbagai standarisasi, mulai dari petunjuk teknis penggunaaan, teknis pengiriman pesan, dan nilai nilai kemanusiaan dan makna pesan teknokom.

n meningkatkan informasi:

(a) berhubungan dengan individu di daerah/negara lain dengan cepat,

(b) menyalurkan aspirasi dan ekspresi yang menjadikan akrab satu sama lain,

(c) mengakses hasil-hasil kebudayaan yang menucul di berbagai daerah/negara lain,

(d) mengingkatkan partisipasi merekadalam kehidupan sosial politik yang menyangkut seluruh daerah/negara lain.

Hubungan teknokom dan masyarakat informasi:

n pengertian masyarakat informasi:

(a) mereka yang telah terkena terpaan (exposure) media massa dan komunikasi global, masyarakat yang sadar informasi dan mendapat penerangan cukup (istilah populer),

(b) masyarakat yang menjadikan informasi sebagai komoditas yang sangat berharga ekonomis, berhubungan dengan masyarakat lain dalam sistem komunikasi global, dan mengakses informasi superhighway (istilah komunikasi).

Sumber: Abrar, Ana Nadhya. 2003. Tekonologi Komunikasi, Perspektif Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: LESFI

Posted in Teknologi Komunikasi.

Public Speaking

dalam public speaking, ada 3 hal yang paling penting

  1. Keinginan ( dare  to dream )
  2. Ketekunan ( dare to action )
  3. Persiapan ( dare to prepare )

Tujuan Persentasi :

  • Menginformasikan
  • Meyakinkan
  • Menghibur
  • Menyentuh Emosi
  • Memotivasi

Struktur Persentasi

  • Pendahuluan
  • Isi
  • Kesimpulan

Pendahuluan

  1. Langkah pertama, kuasai audiens
  2. Mulailah dengan salam lalu takrik audiens dengan Cerita, Kutipan, Pernyataan, Pertanyaan

Isi

  1. Harus Cukup mencakup semua yang dibutukan audiens tapi jangan terlalu panjang. Gunakan Formula E-N-D
  • Essential (Biasa) - hanya berbicara biasa saja
  • Nessecary (Sedang) - Terdapat bagian-bagian untuk mengalihkan perhatian
  • Desireable (Kompleks) - Berbicara dengan mengadakan banyak acara seperti misalnya ada kuis-kuis dll.

Kalau takut lupa buatlah trigger card (T-card) atau catatan kecil

  • Kertas kecil
  • kata kunci
  • mudah dibaca

Kesimpulan :

Rangkum semua poin pembicaraan lalu tutup seperti pendahuluan :

  1. cerita
  2. kutipan
  3. pertanyaan
  4. pernyataan
  5. salam

Posted in Public Relations.

Bentuk Dasar Komunikasi

Bentuk Dasar Komunikasi

Komunikasi dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Misalnya, komunikasi tatap muka, telepon, telegram, dll. Komunikasi terbagi menjadi 2 Jenis, yaitu, Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Mari kita bahas satu persatu :

1.1 Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal adalah kumpulan isyarat, gerak tubuh, intonasi suara, sikap, dan sebagainya, yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi tanpa kata-kata (Bovee dan Thill, 2003:4). Komunikasi nonvebal sering juga disebut sebagai bahasa diam (silent language). ahli antropologi mengatakan bahwa sebelum adanya komunikasi verbal, masyarakat berkomunikasi nonverbal melalui gerakan tubuh (body language).

Komunikasi nonverbal sangatlah kompleks. Dimana, kita mengekspresikan apa yang ingin kita sampaikan melalui gerakan tubuh. Maka dari itu, sebagai seorang komunikator untuk memahami komunikasi nonverbal, kita harus memahami seluk beluk sosial budaya nya terlebih dahulu. Karena, komunikasi baru akan terjadi secara efektif jika kita mempunyai kesamaan makna dengan komunikan. Maksud disini, mengapa kita harus mengenal budayanya? karena, setiap daerah memiliki budayanya sendiri2, misal di arab tanda acungan JEMPOL adalah tanda berhenti, sedangankan di indonesia tanda acungan jempol adalah mengatakan OKE.

Menurut Mark Knap (dalam Cangara, 2004:100), fungsi komunikasi nonverbal adalah :

  1. Meyakinkan apa yang diucapkan (repetition)
  2. menunjukan peraaan atau emosi yang tidak bisa diutarakan dengan kata-kata (substitution)
  3. menunjukan jati diri sehingga orang lain bisa mengenalnya (identity)
  4. menambah atau melengkapi ucapan-ucapan yang dirasa belum sempurna.

Dalam berbagai studi, komunikasi verbal dikelompokan dalam beberapa bentuk (Cangara, 2004:101):

a. Kinesics, yaitu komunikasi verbal yang ditunjukan dengan gerakan tubuh :

  1. Emblems, merupakan sebuah isyarat yang di buat oleh suatu budaya. Misalnya, V bagi orang amerika merupakan Victory atau kemenangan
  2. Illustrators, merupakan sebuah gerakan badan untuk mengilustrasikan sesuatu. Misalnya, Tinggi badanya seseorang, Gemuk langsingnya seseorang
  3. Affect Display, Merupakan isyarat yangbiasanya timbul karena pengaruh dari emosional seseorang. Misalnya wajah senang, wajah bete, wajah sedih. Raut Muka juga mengisyaratkan suatu pesan.
  4. Regulators, Suatu gerakantubuh yang biasanya terjadi di daerah kepala, misalnya mengangguk, menggelengkan kepala.
  5. Adaptory, suatu gerakan tubuh yang menunjukan kejengkelan pada sesuatu. Misal menggerutu, menarik napas dalam2, mengepalkan tinju.

b. Gerakan Mata (eye gaze)

Siapa bilang mata tak dapat berbicara? Justru terkadang mata lah yang paling menunjukan ekspresi seseorang. Apakah dia sedang sebal, sedih, senang, terharu. Mata tak bisa bohong. Jika seseorang sedang suka pada pasangannya, maka tatapannya akan terasa berbeda.

c. Sentuhan (Touching)

Sentuhan adalah sebuah isyarat yang dilambangkan dengan sentuhan badan. Ada tiga bentuk sentuhan badan :

  1. Kinesthetic, merupakan isyarat yang menunjukan kemesraan, atau keakraban.
  2. Sociofugal, merupakan isyarat yang menunjukan awal mula persahabatan.
  3. Thermal, merupakan isyarat awal menunjukan persahabatan, namun lebih intim, misalnya menepuk bahu, adu tinju, dll.

d. Paralanguage

Paralanguage merupakan suatu isyarat yang timbul karena adanya sebuah tekanan pada saat berbicara. sehingga pada saat si komunikator berbicara, sang komunikan sudah mengerti apa yang sebenarnya ingin dibicarakan. Contoh : ketika sang suami memanggil dengan mesra “sayaang..” maka sang istri sudah mengetahui bahwa suaminya memanggil dia.

E. Diam

Diam juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal. walaupun bentuk komunikasi ini merupakan bentuk yang sangat sulit untuk di terka karena bisa saja apa yang dipikirkan orang itu adalah negatif atau pun positif.

F. Postur Tubuh

Terkadang manusia mengartikan postur tubuh secara “branding”. Bentuk Postur tubuh seseorang dapat dilihat dari 3 bentuk :

  1. Ectomorphy, tingi kurus, dilambangkan orang yangemmpunyai sikap ambisius, pintar dan kritis
  2. Mesomorphy, bentuk tubuh yang tegap dan atletis melambangkan orang tersebut cerdas, bersahabat, dan aktif
  3. Endomorphy, bentuk tubuh pendek, bulat, dan gemuk, melambangkan pribadi yang humoris, santai, dan cerdik.

G. Warna

Warna memberikan arti pada objek. Misal warna merah tanda marah, putih suci.

H. Bunyi

Jika Paralanguage merupakan bentuk tekanan pada suara, sedangkan bunyi adalah tekanan pada suatu benda yangmemiliki arti. Misal, tepuk tangan tanda apresiasi, peluit parkir tanda berenti atau maju. dll.

I. Bau

Bau bisa melambangkan suatu pesan. Misalnya, wewangian kosmetik akan berbeda dengan wewangian makanan.

1.2 Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal merupakan bentuk komunikasi dimana disampaikan secara lisan atau tertulis yang menggunakan suatu bahasa. Bahasa didefinisikan sebagai seperangkat kata yang disusun secara terstruktur sehingga menjadi kalimat yang mempunyai arti. Komunikasi Verbal trbagi menjadi 2 Komunikasi lisan atau Oral Communication (berbicara dan mendengar), Komunikasi Tertulis atau Written Communication (menulis dan membaca).

ORAL COMMUNICATION :

a. Berbicara

Berbicara merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang bersifat oral. Berbicara sangatlah fatal dilakukan jika kita tidak mempunyai bahan dan persiapan yang matang. Karena komunikasi bersifat irresversibel (tidak dapat diulang). Sehingga apa yang kita bicarakan haruslah benar-benar baik.

Keunggulan Berbicara :

  • Tidak Merepotkan
  • Waktu yang diperlukan lebih sedikit
  • Tidak memerlukan bentuk komposisi yang baku
  • tidak perlu menulis, tidak perlu mengirimakn pesan tersebut kepada orang yang dituju (secara materil)
  • Langsung diterima komunikasn
  • Ditunjang mimik wajah dan gerak tubuh
  • Feedback langsung dapat terlihat

Kekurangan :

  • Karena bersifat spontan, maka kualitas komunikasi tergantung kepada kemampuan seseorang mengucapkannya. jadi, brsifat selintas bagi audiens.
  • Jika orang lain sedang berbicara dantidak diberi perhatian, maka poin penting akan hilang.
  • Audiens seringkali melihat orang berbicara dari penampilannya. Sehingga langsung men-judge seseorang by cover.

Meningkatkan  Efektifitas Berbicara :

  • Pengucapan yang jelas
  • bahasa yang lugas/dan mudah dimengerti
  • kecepatan pengucapan yang wajar
  • nada dan volume yang tepat
  • suasana yang menunjang
  • cara penyampaian yang tepat  (Sesuaikanlah audiens anda, seperti : ngomong dengan petani. maka anda tidak akan memakai jas atau pakaian dugem, bersifatlah low profile, dan berusaha ber empati dengan petani tersebut).

Faktor yang mempengaruhi kelancaran berbcara (Wursanto dalam Haryani, 2001:237)

  • Pengetahuan, seseorang yang mempunyai pengetahuan dan wawasan luas biasanya tidak akan kehabisan kata-kata dalam berbicara. Maka dari itu, banyaklah baca, menonton TV, internet browsing di situs2 informatif, sehingga apa yang anda bicarakan pun akan mempunyai relevansi satu sama lain. Karena sesungguhnya komunikasi itu adalah ilmu yang sangat luas. Dimana segala sesuatu mempunyai unsur informasi, mulai dari fisika sampai ke budaya.
  • Intelegensia, Intelegensi sangat berpengaruh, dengan intelegnsi yang tinggi kita dapat dengan cepat menemukan relevansi antar satu fenomena dengan fenomena lainnya.
  • Kepribadian, Orang yang mempunyai pengetahuan luas dan intelegensi yang tinggi belum tentu bisa berbicara dengan baik jika ia mempunyai kepribadian yang pemalu dan menutup diri. Maka dari itu, sikap percara diri seseorang sangat penting untuk menambah kelancaran berbicara
  • Pengalaman, Pengalaman berbicara menyebabkan seseorang lebih lancar berbicara. Sampai terkadang, orang berbicara sudah mengalir dengan sendirinya seperti menyetir mobil. Lihat saja contoh pada ulama ulama yang suka berdakwah. Jika kalian perhatikan satu ulama, di 5 tempat berdakwah, apa yang mereka katakan terkadang sama. Bak air mengalir. atau pun dosen, merkea juga sudah berpengalaman, jadi untuk berbicara, sudah tinggal menyiapkan badan.
  • Biologis, hal iniberhubungan dengan kelengkapan ronggamuut. Misal, kelainan rahatm bibir, gigi, sehingga membuat seserorang menjadi kurang percaya diri, misal : menjadi gagap, atau pun perkataan yang keluar tidak jelas.

b. Menyimak (Listening)

Menyimak atau listinening, adalah kegiatan seseorang yang bersifat fisikal dimana seseorangmenerima, memperhatikan, serta memahamai suara (Barker dalam Haryani, 2001-242). Menyimak secara efektif merupakan kerja aktif dari pikiran kita. Sehingga dalam menyimak kita harus mempunyai konsentrasi yang penuh. Tidak hanya indra pendengaran saja yang bekerja, melainkan juga pikiran kita.

Proses Menyimak :

  • Mendengarkan (hearing), dimana seseorang menerima suara melalui indera pendengaran. seseorang perlu mendengar sebelum menyimak
  • Memperhatikan (attention), mengapa dalam menyimak kita perlu berkonsentrasi penuh. Karena untuk kita dapat menyimak secara efektif, begitu banyak noise disekeliling yang mengganggu. Misal kita sedang ada di kelas untuk memperhatikan dosen. Kadang tergangu dengan teman sebelah yang malah asik curhat atau smsan.
  • Memahami (understanding), kedua tahap diatas belum sampai kepada proses menyimak yang efektif, untuk dapat menyimak selain mendengar dan memberikan atensi, kita juga harus menyerap pesan yang tersalur dalam ruang tersebut.
  • Mengingat (Remembering), ketika kita sudah melewati proses memahami pesan, maka kita harus mengingat. sehingga informasi yang masuk dapat menjadi bagian dari retensi (memori jangka panjang)
  • Mengevaluasi (evaluating), dalam tahapan evaluasi, penerima pesan akan membedakan mana yang fakta atau opini. Dalam proses ini, listener akan mempunyai pertimbangan dan akan melakukan selektivitas tentang pesan yangharusnya masuk dan harus dibuang. Pesan akan dipilah dan tidak akan di serap semuanya. Ini tergantung kepada FOR dan FOE (Frame of Refernce and Field of Experience).
  • Menanggapi (Responding), dalam menanggapi pesan, maka akan terdapat suatu umpan balik ataupun feedback. Tapi dalam hal ini feedbacknya juga dapat bersifat verbal atau nonverbal. Misal, responder menanggapi pesan dengan diam, kita tidak tau apakah ia benar-benar mengerti atau justru tidak mengerti. atau pun ada responder yang sangat aktif dan kritis.

Hambatan Menyimak :

  1. Fakttor lingkungan (noise) : Suara, Jarak
  2. Sumber Pesan, ini harus diperhatikan, karena dalam menyimak kita terkadang selektif melihat pembicara. Mungkin saja karena faktor pribadi, atau karena si sumbernya sendiri terlihat tidak kredibilitas dengan mengeluarkan banyak suara seperti “Eh.. Um..”
  3. Pesan : Pesan atau materi baru yang sukar akan membuat pendengar mengalami kesulitan. Misalnya, kita memberikan kursus bahasa jepang kepada ibu-ibu yang sudah tidak efektif lagi untuk belajar. Maka pesan pun akan sulit di tangkap
  4. Individu Penymak : Kondisi Fisik, kebutuhan, kebiasaan, Tanggung jawab.

1.3 Membaca

Prinsip-prinsip memaca

  1. Speed (Kecepatan), kecepatan membaca sangatlah berpengaruh terhadap memori kita. Namun kecepatan membaca ini pula harus dibatasi. Ketika kita membaca sesuatu yang kira-kira memerlukan pemahaman tingkat tinggi, maka kita harus membaca secara teliti (bukan berarti lambat), namun jika kira-kira bacaan tersebut kurang relevan dengan kebutuhan, maka kita dapat membacanya selintas.
  2. Comprehension (Pemahaman), pemahaman terhadap apa yang kita baca, akan berpengaruh terhadap hasil dari apa yang kita baca. Maka dalam membentuk pemahaman secara efektif maka kita harus berkonsentrasi penuh pada suatu pesan.
  3. Efisiensi, Dalam membaca kita harus memikirkan faktor efisiensi. Membaca harus dengan efisien, sehingga dapat meng efektifkan apa yang harus di pahami dalam bacaan tersebut.
  4. Retensi (penyimpanan dalam ingatan tentang apa yang kita baca). Membaca dengan baik akan mempengaruhi retensi kita. Dalam otak kita sebenarnya terdapat pilar-pilar atau rak-rak ingatan. Dimana, kita harus dapat menyimpan dan memanage informasi dalam ingatan kita.

Empat Cara Membaca agar Efisien :

  1. Carefull Reading : bahan bacaan komplek, komperhensif, dan long term retention.
  2. Rapid Reading : Bahan bacaan sederhana, ringan, gambaran menyeluruh, retensi kurang
  3. Skimming : Tidak mengingat Detail, langsungke perspektif menyeluruh
  4. Scanning : Mencari data dan fakta tertentu.

Efisiensi :

  • Konsentrasi
  • Menggerakan Mata
  • Duduk dengan tenang
  • Jangan biarkan ada noise factor
  • Garis bawahi yang penting
  • Buat Ulasan
  • Mengontrol faktor Pribadi
  • Mengontrol faktor lingkugan

Cara membaca :

  1. Titian Jembatan (Buatlah sebuat Jembatan Ingatan seperti MEJIKUHIBINIU)
  2. Set priorities, buatlah apa yang kita baca menjadi prioritas kita
  3. Berpikir
  4. Mengulang-ulang

1.4 Menulis

Dalam Written Communication, Perhatikan :

  1. alat tulis, kertas, dll
  2. bentuk penulisan, warna dan huruf
  3. bahsa dan gaya penulisan
  4. percetakan yang memadai

Pustaka :

Dewi, Sutrisna. 2006. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi

Matakuliah Komunikasi Bisnis Oleh Pak Suganda - Fikom Unpad

Posted in Komunikasi Global.

Proses Komunikasi

Proses Komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).

Proses Komunikasi, banyak melalui perkembangan. Pada penjelasan ini, akan dijelaskan berbagai proses komunikasi melalui model-model komunikasi itu sendiri :

1.1Model Komunikasi Aristoteles

Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama :

  1. Pembicara, yaitu orang yang menyampaikan pesan
  2. Apa yang akan dibicarakan (menyangkut Pesan nya itu sendiri)
  3. Penerima, orang yang menerima pesan tersebut.

1.2 Model Komunikasi David K.Berlo

Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan.

  1. Source (Sumber), Sumber adalah seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut sebagai komunikator. Walaupun sumber biasanya melibatkan individu, namun dalam hal ini sumberjuga melibatkan banyak individu. Misalnya, dalam organisasi, Partai, atau lembaga tertentu. Sumber juga sering dikatakan sebagai source, sender, atau encoder.
  2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang (komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media komunikasi. Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information
  3. Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian. Lisan, Tertulis, dan Elektronik. Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat menggunakan media cetak (koran, suratkabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet, termasuk media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup segalanya. Jika anda membuka www.kuliahkomunikasi.com < maka media ini bersifat massal, namun jika anda chattingh melalui yahoo messenger, maka media ini bersifat interpersonal, dan jika anda menuliskan Blog (blogging atau menulis diary), media ini bisa berubah menjadi media yang bersifat Intrapersonal (kepada diri sendiri).
  4. Receiver (Penerima Pesan), Penerima adalah orang yang mendapatkan pesan dari komunikator melalui media. Penerima adalah elemen yang penting dalam menjalankan sebuah proses komunikasi. Karena, penerima menjadi sasaran dari komunikasi tersebut. Penerima dapat juga disebut sebagai public, khalayak, masyarakat, dll.

Elemen Tambahan :

  1. Feedback (Umpan Balik), Umpan balik adalah suatu respon yang diberikan oleh penerima. Penerima disini bukan dimaksudkan kepada penerima sasaran (khalayak), namun juga bisa didapatkan dari media itu sendiri. Misal, kita sebagai seorang penulis mengirimkan sebuah artikel kepada suatu media massa. Lalu, bisa saja kita artikel kita ternyata bagus, namun ada beberapa hal yang harus di edit. Sehingga, pihak media mengembalikan artikel kita untuk di edit ulang.
  2. Efek, sebuah komunikasi dapat menyebabkan efek tertentu. Efek komunikasi adalah sebuah respon pada diri sendiri yang bisa dirasakan ketika kita mengalami perubahan (baik itu negatif atau positif) setelah menerima pesan. Efek ini adalah sebuah pengaruh yang dapat mengubah pengetahuan, perasaan, dan perilaku (Kognitif, afektif, dan konatif)
  3. Lingkungan, adalah sebuah situasi yang dapat mempengaruhi terjadinya suatu komunikasi. Situasi Lingkungan terjadi karena adanya 4 faktor :
  • Lingkungan Fisik(Letak Geografis dan Jarak)
  • Lingkungan Sosial Budaya (Adat istiadat, bahasa, budaya, status sosial)
  • Lingkungan Psikologis ( Pertimbangan Kejiwaan seseorang ketika menerima pesan)
  • Dimensi Waktu (Musim, Pagi, Siang, dan Malam)

1.3 Model Komunikasi Bovee dan Thill

Bovee dan Thill dalam bukunya Bussiness Communication Today, menjelaskan bahwa proses komunikasi merupakan tahapan dari kegiatan. Terdapat 5 tahapan :

  1. Pengirim memiliki sebuah Ide/Gagasan. Komunikasi diawali dengan adanya gagasan dari seorang pengirim, yang ingin disampaikan pada penerima pesan tersebut.
  2. Ide Dirubah Menjadi Pesan. Ide bersifat abstrak dan tidak terstruktur, sehingga tidak dapat dibaca oleh oraglain. Maka dari itu, pengirim harus mengubah idenya tersebut menjadi sebuah pesan agar dapat dimengerti oleh orang lain. Perubahan ide menjadi suatu pesan dinamakan ENCODING.
  3. Pemindahan Pesan. Setelah sebuah ide diubah menjadi pesan, maka pesan teresebut harus dipidahkan kepada penerima dengan berbagai bentuk komunikasi (Verbal, Nonverbal, Lisan atau Tertulis), dan media komunikasinya (Tatap muka, telepon, surat, laporan, dll)
  4. Penerima menerima pesan. Penerima pesan menginterpretasikan pesan yang diterima.
  5. Penerima pesan mengirimkan umpan balik. Umpan balik merupakan sebuah elemen perantai pesan. Sebagai pengirim pesan, kita harus mengevaluasi apa yang sebenarnya dipikirkan oleh penerima pesan. Apakah pesan kita efektif apa tidak. Jika pesan kita ternyata tidak efektif, maka pesan harus diulang.

Pustaka :

Dewi, Sutrisna. 2006. Komunikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi

Posted in Komunikasi Global.