BERTUALANG DI KAMPUS FIKOM UNPAD BANDUNG
Fikom Unpad Bandung adalah universitas tempat saya menuntut ilmu. Fikom Unpad Bandung terletak di Jalan Dago Pojok. Ketika saya memasuki Jalan Dago Pojok, saya harus melewati beberapa rintangan. Jalannya yang menanjak dan sempit membuat saya harus sangat berhati-hati dalam menyetir mobil. Jalan yang sangat sempit itu, membuat saya semakin merasa pusing ketika banyak mobil yang parkir sembarangan. Di sisi jalan begitu banyak mobil, truk, beca, motor, dan jajanan keliling yang dengan bebasnya meletakan semua yang saya sebutkan di atas. Hal yang membuat saya semakin menderita adalah ketika saya harus memundurkan mobil saya dan mengalah kepada mobil lain yang berpapasan dengan mobil saya.
Beda halnya dengan orang-orang yang lalu lalang dengan berjalan kaki di Jalan Dago Pojok. Mereka nampak sangat bebas bergerak, karena mereka tidak perlu memikirkan jalan yang sempit, toh badan mereka juga cukup untuk memasuki Jalan Dago Pojok tersebut.
Keadaan Jalan Dago Pojok yang bisa kita bilang sangat kecil itu menjadi wilayah yang sangat ramai. Bisa dibayangkan bahwa suatu daerah yang sangat kecil bisa menjadi sangat padat ketika di dalam wilayahnya didirikan lembaga pendidikan formal yang sangat terkenal dan diminati oleh banyak orang. Dari pagi sampai sore, keadaan jalan itu tidak pernah sepi.
Penduduk di Jalan Dago Pojok nampak menikmati hal itu, karena dengan adanya lembaga pendidikan formal, maka alur perekonomian pun berkembang dengan pesat. Setiap jam makan siang, kantin di sekitar Jalan Dago Pojok tidak pernah sepi. Dari mulai Warung Tegal (Warteg) sampai kantin yang sedikit exclusive selalu penuh oleh para mahasiswa.
Sekitar beberapa meter dari depan Jalan Dago Pojok, tibalah saya di kampus Fikom Unpad Bandung yang terletak di kiri jalan tepatnya terletak di sebelah selatan jalan. Kampus saya bisa dibilang sangat kecil dibandingkan kampus-kampus lainnya. Kadangkala, saya tidak menyebut kampus saya sebagai ‘kampus sungguhan’, karena bentuknya nampak seperti sekolah dasar (SD). Satu hal yang membuat saya tidak habis pikir adalah, dengan kampus yang sekecil ini bisa memuat mobil yang sangat banyak. Lapangan parkir di Fikom Unpad Bandung sangatlah kecil, namun para mahasiswa banyak yang membawa kendaraan pribadi.
Ketika saya memasuki kampus Fikom Unpad Bandung, pagar putih yang tinggi itu akan menjadi hal yang paling pertama saya lihat. Alas dari lapangan parkirnya terbuat dari paving block. Lapangan parkir di kampus Fikom Unpad Bandung yang tergolong kecil harus menampung mobil yang sangat banyak, hal ini menjadikan kampus ini semakin sempit. Jika di lapangan parkir dalam tidak memuat mobil lagi, sisi jalan di luar kampus bisa menampung mobil mahasiswa. Berbeda dengan lapangan parkir khusus dosen, letaknya berada lebih exclusive dan lebih sempit, setidaknya tidak seramai lapangan parkir untuk mahasiswa.
Kampus Fikom Unpad Bandung bisa dibilang sangat gersang. Jarang sekali pepohonan yang membuat kampus kami menjadi sedikit lebih sejuk. Di lapangan parkirnya tidak ada satu pun pohon rindang. Hal ini membuat terik matahari langsung tertuju pada kendaraan-kendaraan di lapangan parkir kampus Fikom Unpad Bandung.
Kampus Fikom Unpad Bandung berbentuk memanjang dan terdiri dari tiga tingkat. Namun, tingkat paling bawah berada di bawah lapangan parkir, jadi bisa dibilang lapangan parkir adalah tingkat yang ke dua. Ketika saya melewati lapangan parkir untuk mahasiswa, saya akan tiba di lapangan parkir untuk para dosen yang disebelah kanannya terdapat lukisan rambut wanita yang menurut saya lumayan seram. Wanita di lukisan itu seperti sedang melambaikan tangannya ke atas. Setelah melewati lapangan parkir untuk dosen, saya akan melewati ruangan yang biasa saya pakai untuk perwalian. Lalu di sebelah kanan ruang perwalian terdapat tangga untuk naik ke ruang Laboraturium TV yang tentu saja berada di lantai yang ketiga.
Sesudah lapangan parkir untuk dosen, saya akan menuruni tangga kecil yang menghubungkan antara lapangan parkir dengan arena perkuliahan – selain lapangan parkir – yang terdiri dari kelas-kelas, kamar mandi, dan ruang tata usaha. Setelah menuruni tangga kecil itu, saya akan melewati jembatan yang ditutupi oleh canopy (tudung transparan yang cekung dari dalam). Pada jembatan, terdapat pagar pendek berwarna hitam yang membatasi tingkat dua dengan tingkat satu. Setelah melewati jembatan tersebut, maka saya akan berhadapan dengan ruangan dosen. Di lantai dua terdapat ruangan dosen yang diapit oleh dua kelas. Lalu ada juga dua ruang tata usaha, satu toilet dan mushola yang berada di pojok sebelah selatan. Lalu disebelah musola dengan mengarahkan badan ke timur, saya akan melihat tangga naik untuk menuju lantai tiga. Di lantai tiga hanya terdapat satu kelas saja. Kembali lagi ke lantai dua, di samping kanan jembatan terdapat sebuah tangga untuk turun ke lantai satu. Di lantai satu terdapat dua kelas, perpustakaan yang terletak di sebelah selatan, aula yang terletak di sebelah utara, satu toilet, dan tiga ruang tata usaha yang terletak di arah yang berbeda, satu di arah selatan, dan sisanya terletak di utara. Di sebelah selatan perpustakaan terdapat tangga yang tertuju langsung ke mushola.
Keadaan di kampus Fikom Unpad Bandung sangatlah bersih, jarang sampah yang membuatnya menjadi kotor, apalagi coretan-coretan di kelas-kelasnya. Memang ada, namun tidak begitu banyak malah tergolong sangat sedikit. Di depan kelasnya selalu terdapat majalah dinding (mading) yang memuat hasil ujian atau pengumuman-pengumuman. Selain itu juga, di depan kelasnya selalu terdapat kursi panjang yang terbuat dari kayu. Lantai di seluruh bangunannya berwarna putih, catnya berwarna cream, dan tirainya berwarna biru.
Kampus Fikom Unpad Bandung yang kecil menjadi sangat menyenangkan karena selain terletak di Bandung – yang tentu saja di kota – juga dekat dengan department store terkenal di Bandung. Jadi sehabis pulang kampus, saya bisa langsung bermain bersama teman-teman saya dan menikmati ramainya kota Bandung.







7 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
kenapa fikom harus di dago pojok?sedangkan jaln disana sempit….
Kampus fikom mu sama dengan Mantan Kampus Fikomku di jalan Kubang selatan dekat Kampus Fak Kedokteran Gigi!
Aku jurnalistik angkata 85,
Emang bener-bener kampus Bandung tuh sempit banget…mungkin kampus ini cuma menang gelar aja kali karena namanya memang kampus tempat mahasiswa kuliah dan lebih beruntung lagi Unpad adalah payungnya…jadi inget sd muhammadiyah yang reot tanpa fasilitas yang memadai…tapi mempunyai murid-murid dengan mental dan semangat baja untuk belajar dan mengejar mimpi…mudah-mudahan aja mahasiswa Unpad Kampus bandung bisa sepeti itu…Amin
emangg semmpit .
mkannya pindah ke nangor dumm .
aku fikoom nangorr nii ..
n,n
oh?
gw bru tw neh!
klo fikom unpad dago tmpt y ky gtu….
brarti kalah dunk!! ama fikom jati nangor.
fikom nangor kampus y gede bgt,area parkir y luas,trus disana ada student center y….
Denny,
S1,ILKOM
walo fikom bandung kecil y…..wooooow kualitas mahasiswanya gak kalah mantebnya ma mhsiswa jtinangr…naq kmpus bandung lbh ak….pngalaman lapangannya lebih luas….aplg banyak chanelnya
Anak saya th ini diterima di fikom dago tp sampai mlm ini saya ragu2, klo mengelola kampus n lingkunganganya aja nggak bener apa bisa mengelola kualiats akademisnya. Sy sgt khawatir fikom ini hanya mengandalkan sertifikat n nama besar unpad sd profesionalismenya nol. Ada yg bisa memberikan pencerahan?