Internet sebagai salah satu media komunikasi yang baru berkembang memberikan lebih banyak pilihan bagi para penggunanya, sehingga pengguna internet dapat lebih memfokuskan pencarian pada apa yang benar-benar mereka inginkan. Sehingga menjadikan Internet berkembang dengan sangat pesat, sesuai data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), peningkatan pengguna internet di Indonesia hingga akhir 2007 dapat terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel1
Perkembangan Jumlah Pelanggan & Pemakai Internet (kumulatif)
|
Tahun |
Pelanggan |
Pemakai |
|
1998 |
134.000 |
512.000 |
|
1999 |
256.000 |
1.000.000 |
|
2000 |
400.000 |
1.900.000 |
|
2001 |
581.000 |
4.200.000 |
|
2002 |
667.002 |
4.500.000 |
|
2003 |
865.706 |
8.080.534 |
|
2004 |
1.087.428 |
11.226.143 |
|
2005 |
1.500.000 |
16.000.000 |
|
2006 |
1.700.000 |
20.000.000 |
|
2007* |
2.000.000 |
25.000.000 |
*perkiraan s/d akhir 2007
sumber : http://www.apjii.or.id/dokumentasi/statistik.php
Pada April 2008, jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan telah mencapai angka 28 juta pengakses, maka dari itu sudah selayaknya kita mengadakan penelitian mengenai motif pengguna Internet, supaya dapat diketahui alasan apakah yang menyebabkan peningkatan yang sangat tajam dari penggunaan Internet.
<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Sebelum seseorang merasakan manfaat akan media yang dikonsumsinya, sudah barang tentu orang tersebut mempunyai alasan-alasan untuk menggunakan media tersebut dibandingkan penggunaan media lainnya. Alasan-alasan ini dikenal dengan nama motif pada kajian ilmu psikologi sosial. Motif merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak, alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.
Pendekatan Uses & Gratification merupakan salah satu landasan teoritis yang tepat untuk meneliti tentang motif para pengguna media. Dikarenakan asumsi dari teori tersebut adalah pengguna yang secara aktif memilih media yang dipakai dan yang kedua adalah media yang digunakannya dapat memberikan servis/gratifikasi terhadap tujuan yang akan dicapai, dan jika kedua asumsi tersebut dapat terpenuhi maka sudah tentu pendekatan Uses & Gratification cocok untuk digunakan.
Penelitian tentang pengguna internet dengan menggunakan dasar teori Uses & Gratification telah terjadi di Eropa maupun Amerika, berikut ini adalah penjabarannya.
Tabel 2
User Motivations
|
Authors & Years |
U&G Typology |
|
McQuail, Blumler, and Brown (1972) [TV quiz programs]
Greenberg (1972) [Children watching television]
James Lull (1990) [Social uses of television]
Mukherji, Mukherji, and Nicivich (1998) [Internet]
Lin (1993) [Television]
Shaver (1983) [Cable television]
Rubin (1984) [Television]
Korgaonkar and Wolin (1999) [Web usage]
Stafford, Stafford and Schkade (2004) [Internet]
Svennevig, (2000) [Internet]
|
Diversion, personal identity, personal relationships, educational, excitement
Learning, habit, relaxation, arousal, pass time, championship
Environmental, regulative, communication facilitation, social learning, affiliation / avoidance, dominance / competence
Entertainment, interpersonal utility, social interactions, and surveillance
Informational guidance, interpersonal communications, entertainment, diversion
Variety and control over viewing
Relaxation, habit, entertainment, information, escape
Social Escapism, transaction, privacy, information, interaction, socialization, economic motivations
Process, content, social
Diversion, personal relationships, social relationships, personal identity, surveillance, imagination, stimulation, and mood changing |
Source: Parker and Plank, 2000 as quoted by Sanjit Kumar Roy)
Teori Uses & Gratification sendiri telah diuji sebagai dasar pemikiran oleh Perse dan Dunn pada tahun 1995 yang secara khusus mengamati penggunaan komputer untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui layanan informasi dan internet, atau yang oleh para penulisnya disebut sebagai konektivitas komputer. Dimana penelitian tersebut akhirnya menarik kesimpulan bahwa orang menggunakan komputer sebagai sarana komunikasi elektronik untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan berikut: pembelajaran, hiburan, interaksi sosial, pelarian, melewatkan waktu, dan lepas dari kebiasaan.







3 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
waduhhh
tengkyu banget nehhh
ini nih yg kucari2
Helo, saya Gilang dari komunikasi UI 2008,
anyway, kemaren saya UAS TeKom soal yang pertama, membahas soal Facebook. Clues yang diberikan saat itu, keberadaan FB telah mengubah (shift) perilaku komunikasi masyarakat.
Menurut Anda, teori apakah yang cocok ke kasus tersebut?
Pada UAS kemarin, akhirnya saya pilih pendekatan dengan teori Media Ecology (Marshall McLuhan, Neil Postmann, 1970-an).
Terlepas dari itu semua, seusai ujian, Dosen saya, Mbak Billy Sarwono, mengatakan, teori yang matched untuk analisis kasus tersebut adalah Cultural Studies.
Jika Anda setuju dengan pendapat dosen saya ini, berikan penjelasan dengan logika dan asumsinya.
Terimakasih.
Regards,
Gilang Reffi Hernanda
hmmm…jangan salahkan gw kalau isi blog ini akan berpindah ke skripsi gw entar.,hohohohoo……