<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Studi Kasus : Cultural Studies Theory</title>
	<atom:link href="http://kuliahkomunikasi.com/2009/05/studi-kasus-cultural-studies-theory/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuliahkomunikasi.com/2009/05/studi-kasus-cultural-studies-theory/</link>
	<description>Love Our Communication World!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 14:38:59 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: wowox</title>
		<link>http://kuliahkomunikasi.com/2009/05/studi-kasus-cultural-studies-theory/comment-page-1/#comment-322</link>
		<dc:creator>wowox</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 12:20:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kuliahkomunikasi.com/?p=263#comment-322</guid>
		<description>cluenya kurang lengkap, jadi menurutku jawaban bahwa facebook bisa di kaji dengan teori media ecology sah sah saja. Dan jawaban dosen yang bilang kalo bisa di kaji dengan cultural studies juga bisa diterima.
Kalau masalahnya adalah perubahan perilaku (behavior) maka sebaiknya teori yang digunakan adalah teori2 yang menjelaskan media baru dna behavioral change seperti pada awal kemunculan tv. Kalau yang di tanyakan perubahan habitus maka yang sesuai ya teorinya Bourdieau yang juga terkadang di kategorikan ke dalam kelompok teori cultural studies. Kalau cultural studi sebenernya masih terlalu luas dan general, harusnya lebih dispesifikasikan sesuai dengan masalahnya.
Kalau masalahnya adalah pemaknaan audiens terhadap posting yang bersifat many-to-many maka teori2 audiens receptions menjadi sahih, akan tetapi kalau yang dikaji adalah potensi timbulnya sebuah ruang publik baru di jejaring sosial maka teori tindakan komunikatif dari habermas menjadi lebih powerful untuk mengupas hal tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cluenya kurang lengkap, jadi menurutku jawaban bahwa facebook bisa di kaji dengan teori media ecology sah sah saja. Dan jawaban dosen yang bilang kalo bisa di kaji dengan cultural studies juga bisa diterima.<br />
Kalau masalahnya adalah perubahan perilaku (behavior) maka sebaiknya teori yang digunakan adalah teori2 yang menjelaskan media baru dna behavioral change seperti pada awal kemunculan tv. Kalau yang di tanyakan perubahan habitus maka yang sesuai ya teorinya Bourdieau yang juga terkadang di kategorikan ke dalam kelompok teori cultural studies. Kalau cultural studi sebenernya masih terlalu luas dan general, harusnya lebih dispesifikasikan sesuai dengan masalahnya.<br />
Kalau masalahnya adalah pemaknaan audiens terhadap posting yang bersifat many-to-many maka teori2 audiens receptions menjadi sahih, akan tetapi kalau yang dikaji adalah potensi timbulnya sebuah ruang publik baru di jejaring sosial maka teori tindakan komunikatif dari habermas menjadi lebih powerful untuk mengupas hal tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: celia natalia</title>
		<link>http://kuliahkomunikasi.com/2009/05/studi-kasus-cultural-studies-theory/comment-page-1/#comment-289</link>
		<dc:creator>celia natalia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 11:54:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kuliahkomunikasi.com/?p=263#comment-289</guid>
		<description>Bu Nadia,
apakah punya usul pendekatan teori yang cocok untuk diterapkan pada kasus masyarakat bawah seperti pedagang kaki lima (PKL), warung tegal (warteg)/warung angkring? sy diberi tugas utk meneliti komunikasi kelompok sosial ini, punyakah usulan uku rujukan yang harus sy baca?
thanks, celia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu Nadia,<br />
apakah punya usul pendekatan teori yang cocok untuk diterapkan pada kasus masyarakat bawah seperti pedagang kaki lima (PKL), warung tegal (warteg)/warung angkring? sy diberi tugas utk meneliti komunikasi kelompok sosial ini, punyakah usulan uku rujukan yang harus sy baca?<br />
thanks, celia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: catazaro ixzan</title>
		<link>http://kuliahkomunikasi.com/2009/05/studi-kasus-cultural-studies-theory/comment-page-1/#comment-259</link>
		<dc:creator>catazaro ixzan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:43:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kuliahkomunikasi.com/?p=263#comment-259</guid>
		<description>waaah pny ku juga iya tapi lupa jwabe hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waaah pny ku juga iya tapi lupa jwabe hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gilang Reffi Hernanda</title>
		<link>http://kuliahkomunikasi.com/2009/05/studi-kasus-cultural-studies-theory/comment-page-1/#comment-257</link>
		<dc:creator>Gilang Reffi Hernanda</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:37:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kuliahkomunikasi.com/?p=263#comment-257</guid>
		<description>Wah, senang sekali ternyata pertanyaan saya mendapat tanggapan dari pemilik situs ini-kak nanath.

Anyway, baiklah, kini waktunya saya memberikan argumentasi saya soal jawaban yang dipaparkan di atas. Menilik kalimat kak nanath yang menyebut satu teknologi sebagai representasi suatu zaman atau era tertentu, bukankah itu malah mendekatkan proksimitasnya dengan premis tawaran McLuhan lewat teorinya, Media Ecology? Beliau, dengan lantang kalimat yang lekat sekali dengannya-dan teorinya-&quot;the medium is the mass-age&quot; atau &quot;the medium is the message&quot;.

Jika dilihat dari paparan di atas, saya kok lebih menemukan &#039;jiwa&#039;nya di teori McLuhan ketimbang dari Cultural Studies yang betitik tekan pada studi pergulatan hegemoni budaya-sebagaimana kita tahu, pemikiran Marx menginspirasi munculnya teori ini- pada media massa. Disebutkan, media akan menampilkan budaya yang dibawa oleh kaum dominan-dalam kasus ini, elite penguasa-sebagai budaya yang harus diagung-agungkan-bahkan mungkin direplikasi.

Bila kembali ke persoalan FB, bagaimana bentuk keterkaitannya dengan Cultural Studies, terutama dalam hal ideologi, kesadaran, hegemoni, maupun pergulatan hegemoni sebagai konsep-konsep utamanya?

Sedangkan, jika kita menengok ke teori McLuhan, pemikiran kita bisa senyawa. Di dalam teorinya, McLuhan menyebutkan klasfikasi era manusia (mass-age) berdasarkan teknologi yang diadopsinya. Mulai dari zaman prasejarah (saya lupa istilah teknisnya), zaman tulisan, printed era, dan electronic era. Setiap zaman punya penanda sendiri, yang dalam kasus ini tak lain ialah &#039;teknologi&#039;.

Bagaimana menurut kak nanath?
Mari kita berdiskusi bersama untuk menemukan mana dari kedua teori tersebut yang paling sesuai sebagai alat analisis kasus FB.
Ikut sertakan pula kawan maupun dosen yang kak nanath kenal.

Have a nice discussion!!

Regards,

Gilang Reffi Hernanda</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, senang sekali ternyata pertanyaan saya mendapat tanggapan dari pemilik situs ini-kak nanath.</p>
<p>Anyway, baiklah, kini waktunya saya memberikan argumentasi saya soal jawaban yang dipaparkan di atas. Menilik kalimat kak nanath yang menyebut satu teknologi sebagai representasi suatu zaman atau era tertentu, bukankah itu malah mendekatkan proksimitasnya dengan premis tawaran McLuhan lewat teorinya, Media Ecology? Beliau, dengan lantang kalimat yang lekat sekali dengannya-dan teorinya-&#8221;the medium is the mass-age&#8221; atau &#8220;the medium is the message&#8221;.</p>
<p>Jika dilihat dari paparan di atas, saya kok lebih menemukan &#8216;jiwa&#8217;nya di teori McLuhan ketimbang dari Cultural Studies yang betitik tekan pada studi pergulatan hegemoni budaya-sebagaimana kita tahu, pemikiran Marx menginspirasi munculnya teori ini- pada media massa. Disebutkan, media akan menampilkan budaya yang dibawa oleh kaum dominan-dalam kasus ini, elite penguasa-sebagai budaya yang harus diagung-agungkan-bahkan mungkin direplikasi.</p>
<p>Bila kembali ke persoalan FB, bagaimana bentuk keterkaitannya dengan Cultural Studies, terutama dalam hal ideologi, kesadaran, hegemoni, maupun pergulatan hegemoni sebagai konsep-konsep utamanya?</p>
<p>Sedangkan, jika kita menengok ke teori McLuhan, pemikiran kita bisa senyawa. Di dalam teorinya, McLuhan menyebutkan klasfikasi era manusia (mass-age) berdasarkan teknologi yang diadopsinya. Mulai dari zaman prasejarah (saya lupa istilah teknisnya), zaman tulisan, printed era, dan electronic era. Setiap zaman punya penanda sendiri, yang dalam kasus ini tak lain ialah &#8216;teknologi&#8217;.</p>
<p>Bagaimana menurut kak nanath?<br />
Mari kita berdiskusi bersama untuk menemukan mana dari kedua teori tersebut yang paling sesuai sebagai alat analisis kasus FB.<br />
Ikut sertakan pula kawan maupun dosen yang kak nanath kenal.</p>
<p>Have a nice discussion!!</p>
<p>Regards,</p>
<p>Gilang Reffi Hernanda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->