- Government Agencies
- Stakeholder
- Employees
- Costumer
- Owner
- Union Officials
- Retailers
- Community Residents
- Potential Costumer
- Media
- Activist Group
Perbedaan marketing dan advertising dalam pengorganisasian komunikasi
- Marketing > mengorganisasikan pada costumer dan retailers
- Advertising > mengorganisasikan pada costumer dan potential costumer
Devito (1997) menjelaskan mengenai proses pembentukan kultur (terdapat 3macam proses) :
- Enkulturasi : dimana pada enkultutasi, kultur dibentuk dari generasi ke generasi. kultur tersebut sudah ada di dalam diri individu atau sekelompok orang.
- Akulturasi : Pada akulturasi, kultur awal yang sudah terbentuk dapat di pengaruhi oleh kultur lain yang disebut lingkungan, atau pengaruh media massa. Komunikasi antara budaya dapat tumbuh dan berkembang melalui proses yang terjadi oleh adanya interaksi baik keluarga, lingkungan, mau pun masyarakat sekitar.
- Etnosentrisme : Etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang yang menganggap bahwa kultur sendiri lebih baik dari kultur orang lain. padahal perlu disadari, bahwa berbicara kultur sangatlah relatif. ketika kita berbicara mengenai kultur kita lebih baik, maka orang lain pun belum tentu menganggap kultur yang kita anut lebih baik. (devito 97)
Berbicara mengenai kultur, tentu saja kultur tidak dapat dipisahkan dari hal yang dinamakan Society, dan Media. maka dari itu mari kita lihat teori dari gudakunst (1983)
Dalam theory di atas, dilihat bahwa society (masyarkaat), media dan kultur adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, Mereka saling bergantungan satu sama lain. Hal ini pula menyangkut mengenai akulturasi, dimana dalam akulturasi, peran media sangat berpengaruh pada pembentukan kultur.
Tiga Asumsi Mengenai Sifat Manusia yang memerlukan adaptasi:
- Manusia mempunyai dorongan yang kuat untuk beradaptasi dan berkomunikasi
- Untuk dapat beradaptasi manusia membutuhkan komunikasi
- Adaptasi adalah proses yang kompleks dan dinami
Komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan sosial masyarakat dan komunikasi merupakan proses yang dialektik dan saling memberikan pengaruh satu sama lain (Baldwin 2004)
Untuk menguasai masalah PR secara Profesional, maka ada 3 hal yang perlu di kuasai
- Filsafat PR
- Etika PR
- Skill PR
Ketiga hal di atas adalah hal-hal yang tidak bisa di pisahkan, karena menjadi seorang PR yang profesional, juga harus mengerti mengenai PR. dan dasar2x menjadi seorang PR.
Informasi adalah hal yang sangat dicari-cari oleh banyak orang saat ini. Sejumlah peneliti mengatakan bahwa dimasa yang akan datang, orang akan mencari kerja untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi. maka dari itu, pekerjaan sebagai seorang PR atau ahli informasi, adalah peluang yang besar untuk anda.
Predisposi
Predisposisi adalah sebuah kebiasaan yang terstruktur yang dapat membuat seseorang atau masyarakat berubah pendapatnya, baik menerima mau pun menolak suatu pendapat. Sebuah kebiasaan yang terstruktur harus dipertahankan.
Strategi PR
- Perencanaan
- Sebagai Pola
- Posisi
- Perspektif
- Manuver
dari kelima strategi PR di atas, manakah yang paling penting? yang paling penting adalah perencanaan, pola, dan manuver. mengapa?
karena setiap kegiatan PR, harus selalu dilakukan dengan perencanaan. ini adalah tahap awal, di mana pun anda berada, anda akan selalu bertemu dengan hal yang dinamakan PERENCANAAN. baik anda di managemen, tehnik, akuntansi, apalagi anda belajar tentang komunikasi. maka perencanaan adalah hal awal. dan hal paling penting.
POLA. setelah melakukan perencanaan, maka pola pun harus dibentuksedemikian rupa, agar strategi itu berjalan









0 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.